Cegah Kanker Kolon dengan Brokoli
Kandungan sulforaphane pada brokoli muda digunakan sebagai bahan pencegah kanker perut.
Selasa, 7 April 2009, 14:05 WIB
Irma Kurniati, Mutia Nugraheni
Brokoli (resimlerim.info)

VIVAnews - Brokoli memang menyimpan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Selain mengandung vitamin C, A dan asam folat ternyata brokoli juga bisa menjinakkan bakteri yang bisa menyebabkan masalah pencernaan, dan mencegah kanker kolon dan perut.

Penelitian terbaru mengungkapkan, mengonsumsi brokoli yang masih muda dapat menjinakkan bakteri H. Pylori. Bakteri tersebut adalah salah satu penyebab masalah pencernaan.

Penelitian dilakukan oleh Cancer Prevention Research dan melibatkan 50 orang Jepang. Mereka mengonsumsi 2,5 ons brokoli muda setiap hari selama dua bulan. Hasilnya adalah dalam tubuh mereka mengandung sulforaphane, yang fungsinya seperti antibiotik alami.

Lalu, seseorang yang mengonsumsi brokoli muda, kandungan bakteri H. pylori atau HpSA, berkurang hingga 40%. Meskipun bisa menjinakkan dan mengurangi jumlah bakteri tersebut, tetapi brokoli muda tidak bisa menghilangkannya.

"Dengan mengonsumsi brokoli muda secara teratur, resiko infeksi
pencernaan, kanker kolon, dan kanker perut bisa dikurangi," kata Dr Jed Fahey, kepala penelitian dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Kandungan sulforaphane pada brokoli muda, saat ini dikembangkan oleh Dr. Fahey untuk digunakan sebagai bahan pencegah kanker perut.

Bakteri H. phylori ini, terdapat pada setiap perut manusia, dan bisa
menjadi pemicu kanker perut, kolon dan masalah pencernaan serius jika pertumbuhannya tidak terkendali. Untuk mencegahnya, konsumsi brokoli secara teratur agar pencernaan terlindungi oleh antibiotik alami (sulforaphane) yang terdapat pada brokoli muda.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.