Seberapa Aman Produk Perawatan Bayi?
Apakah produk mandi bayi di AS yang diduga mengandung zat berbahaya, juga beredar di sini?
Minggu, 22 Maret 2009, 14:01 WIB
Petti Lubis
  (doc. Corbis)

VIVAnews - Gencarnya kabar mengenai produk mandi bayi di AS mengandung formalin, tentu bisa membuat para ibu resah. Apalagi beberapa merk yang diduga memiliki kandungan zat yang bisa menyebabkan kanker ini, tergolong populer di kalangan ibu.

Menanggapi kabar tersebut, Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) menyatakan pada Sabtu, 21 Maret 2009, tidak menemukan bukti bahwa produk-produk bayi, berlabel Johnson & Johnson yang diproduksi di China mengandung karsinogen atau substansi penyebab kanker, sebagaimana dituduhkan Campaign for Safe Cosmetics, sebuah LSM lingkungan di AS, belum lama ini. 

Bagaimana dengan Indonesia? Indah Widya, staf Badan POM di bagian Pionas (Pusat informasi obat nasional), menyatakan, selama produk tersebut belum masuk dalam kategori public warning (peringatan publik) dari badan POM, berarti produk yang diduga mengandung zat berbahaya di luar negeri belum tentu terjadi pada produk yang diproduksi di sini. “Jadi, belum bisa dipastikan, apakah produk dengan merk sama yang dijual di sini juga mengandung zat berbahaya,” katanya saat diwawancarai VIVAnews lewat telepon.

Lantas, bahaya apa yang bisa terjadi jika produk perawatan bayi terpapar formalin atau zat berbahaya lain? Menurut FDA, sebenarnya formalin masih aman digunakan sebagai bahan pengawet di kosmetik dan produk perawatan serta kecantikan, jika jumlahnya dalam batas aman.     

Memang, FDA juga menjelaskan, sebaiknya kadar yang dimasukkan ke dalam produk perawatan bayi dan anak-anak lebih sedikit dibandingkan produk untuk dewasa. "Jumlah zat-zat tersebut  yang ditemukan dalam sejumlah produk tersebut relatif rendah. Sehingga, masih dalam batas aman.”

Masalahnya, yang ditakuti sekarang adalah dampak kumulatif dari pemakaian bahan-bahan kimia dalam produk tersebut. Sehingga, dikhawatirkan hal itu nantinya akan menimbulkan penyakit di masa mendatang.

Meskipun begitu, belum ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan bagaimana zat tersebut bisa masuk ke tubuh lewat kulit. Tapi, zat berbahaya ini diteliti bisa menyebabkan kulit ruam dan reaksi gatal-gatal pada anak yang memiliki kulit sensitif. Para ahli dermatologis menyarankan, meskipun begitu sebaiknya anak-anak jangan terpapar dengan produk tersebut.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.